12/26/16

4 Rahasia Kenapa Saya Memakai OS Linux

4 Rahasia Kenapa Saya Memakai OS Linux

Mengapa saya memakai Linux?

Banyak pertanyan dari beberapa orang teman ketika melihat tampilan OS notebook saya berbeda dengan mereka. Berbagai pertanyan dan rasa penasaran dari mereka terpaksa saya jelaskan satu persatu apa rahasianya mengapa saya memakai OS yang berbeda dengan yang dipakai oleh teman-teman tersebut.

Menurut saya sederhana saja rahasianya, saya tidak akan membahas mengapa saya harus meakai linux dengan jawaban seperti seorang pakar bla bla bla, karena hal tersebut sudah banyak dibahas diberbagai situs/forum resmi linux dan situs tutorial ilmu komputer tentang kelebihan dan kekurang linux

inilah rahasia pribadi saya kenapa saya berpindah dari memakai sistem operasi jendela ke sistem operasi pinguin ini

1. Linux itu Halal
OS  linux itu yang jelas terang benderang sekali yaitu free alias gratis tis tis.. sebagai orang yang berjiwa Indonesia sejati tentu saya langsung menyambar umpan gratis ini, suka yang gratisan jugakan sahabat bloger?

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Global Software Piracy Study dari Business Software Alliance (BSA) menyebutkan bahwa pembajakan software di Indonesia telah mencapai 86%, presentase ini telah menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pembajakan software tertinggi di ASEAN.

Salah satu pemicu terjadinya pembajakan di Indonesia lantaran harga software dan sistem operasi Windows dijual dengan harga yang dirasa terlalu mahal bagi sebagian pengguna. Berbeda dengan sistem operasi Windows, sistem operasi Linux termasuk FOSS (Free & Open Source Software) artinya bahwa aplikasi perangkat lunak ini bersifat bebas dengan sumber terbuka, dengan begitu pengguna bisa menggunakannya secara gratis tanpa harus membayar biaya lisensi dan dengan sumber terbuka yang ada, para pengguna juga bisa memodifikasi dan mendistribusikan kembali sistem operasi ini secara bebas

2. Tidak menambah dosa 
Saya tidak mau lagi menambah dosa dan tidak mau menyakiti hati om Bill Gates. Secara mungkin dosa kita yang sudah bejibun banyaknya ditambah lagi dengan memakai barang orang lain tanpa izin dan bayar/beli, coba sahabat bloger bayangkan, seseorang yang sudah susah payah berkeringat darah berkerja membuat suatu produk untuk dijual buat cari makan sesuap nasi lantas orang-orang tertentu seenak jidatnya saja membajak produk tersebut dan tidak mau membeli dan membayar untuk produk tersebut.

Sungguh keterlaluan dan sungguh tidak berprekemanusian yang adil dan beradab sekali, itu sungguh menyakitkan hati dan melukai perasaan om Bill Gates saudara-saudara.

Note : Dosa memakai produk/barang/hasil jerih payah orang lain tanpa izin/membayar/membeli alias maling menurut saya yang selemah-lemahnya iman ini adalah salah satu dosa yang sulit dimaafkan juga sahabat bloger.

Selama notebook sahabat bloger memakai OS jendela tersebut tanpa izin/membeli/membayar maka apapun rezeki yang sahabat bloger hasilkan dari notebook tersebut haram hasilnya. Apakah sahabat bloger mau memakan rezeki yang tidak halal alias haram?
(mohon tanyakan kepada ustadz/pendeta ahli agama untuk keterangan yang lebih lengkap)

3. Linux mudah diinstal dan dioperasikan 
Sahabat bloger tidak harus pergi kesebuah pelatihan yang intensif untuk mengetahui bagaiman mengoperasikan sistem operasi Linux. Selain itu, linux memiliki hampir semua fungsi yang disertakan di sistem operasi lain seperti windows. Bagi saya yang memakai notebook hanya untuk online dan mengolah data saja saya rasa sudah lebih dari cukup. Driver yang lengkap pada linux membuat kita tidak pusing dengan hal tersebut. Sahabat bloger pasti pernah punya masalah driver di Windows, dimana sistem windows memberi tahu sahabat bloger bahwa beberapa driver ada yang hilang dalam sistem, dengan linux kecil kemungkinan mengalami hal tersebut, sahabat bloger tidak perlu capek-capek mencari berbagai driver dari satu tempat ke tempat lain, karena sebagian besar driver sudah di sertakan dalam sistem operasi Linux.

4. Linux itu lebih tahan Virus dan mudah di Update
Saya sudah pusing dengan banyak virus, trojan dan malware di OS jendela, di Linux notebook sahabat bloger lebih aman karena sebangsa virus tidak berfungsi di Linux. Melakukan update sistem Windows kadang bisa membuat kita kesulitan dan stress. Update Linux baik OS maupun aplikasinya sangat mudah bila dibandingkan dengan Windows yang kadang mengharuskan anda untuk restart atau shut down komputer anda, maka dengan Linux anda cukup klik saja atau lewat terminal perintah biar kelihatan keren kalau lagi ramai kumpul bersama sahabat para bloger. 
Sekedar informasi saja saya memakai OS Linux dari distro Ubuntu, Ubuntu 16.04.1 LTS. Sahabat bloger bisa mendownload dan melihat tutorial cara menginstal Linux Ubuntu disini

12/24/16

Akhirnya Terungkap Juga, Menaker AKui Kecolongan TKA Ilegal

Akhirnya Terungkap Juga, Menaker AKui Kecolongan TKA Ilegal

Sunguh menarik dan mencengangkan sekali tentang pernyataan jujur Menaker ketika wawancara dengan beberapa wartawan beberapa hari yang lalu. Ketika beliau ditanya tentang masalah atau isu TKA ilegal dari China yang meresahan masyarakat saat ini. Inilah beberapa kutipan pernyataan yang beliau sampaikan ketika wawancara dengan beberapa wartawan seperti yang dilansir dari detik.com
"Isu maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masuk ke Indonesia cukup meresahkan masyarakat. Meski diakui TKA ilegal itu ada, tetapi isu TKA China itu kadang dinilai politis"

"Saya tidak pernah bilang tidak ada TKA China. Saya juga tidak pernah bilang tidak ada TKA ilegal. Tapi saya menolak istilah yang digunakan untuk framing isu TKA China. Misalnya istilah serbuan, banjir, serangan, kepungan dan semacamnya yang jelas melebih-lebihkan dan membesar-besarkan. Padahal faktanya nggak begitu. Jelas terlihat framing politiknya," ujar Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri saat berbincang, Jumat (23/12/2016).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bereaksi keras terkait isu yang beredar, bahwa ada 10 juta hingga 20 juta tenaga kerja asal China masuk ke Indonesia.

Presiden Jokowi membantah angka itu. Sebab, data pemerintah saat ini tenaga kerja Cina di Indonesia hanya 21 ribu saja. Jokowi meminta Kepolisian menindak pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut.

"Itu urusannya polisi lah, urusannya polisi. Tapi hal yang meresahkan seperti itu memang harus ditindak," kata Jokowi.

Namun pernyataan ini berbeda sekali dengan apa yang disampaikan oleh pembantu beliau atau lebih tepatnya mentri yang membidangi hal tersebut.

Saat ini pemerintah cenderung diam, dan ini jangan sampai dianggap sebagai pembiaran atau bahkan yang menggalang.Pemerintah diminta untuk menjelaskan isu yang meluas di masyarakat terkait kegiatan warga negara asing (WNA) utamanya warga negara Cina yang marak menjadi TKA ilegal di Indonesia.

“Sejauh ini, pemerintah terkesan diam saja, padahal banyak isu yang sangat serius yang berkembang sangat luas saat ini seperti soal tenaga kerja kasar dari Cina,” kata peneliti senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Prof Siti Zuhro, kepada media.

Menurutnya, yang menjadi isu di masyarakat bukan itu saja, tapi juga soal pembangunan perumahan untuk orang-orang Cina,masuknya narkoba melalui kontraktor pembangunan Cina, soal E-KTP yang bisa dipalsukan, termasuk isu paham komunis Cina ke indonesia.

“Jika masyarakat memandang, pemerintah melakukan pembiaran, ini sudah berbahaya. Apalagi kalau sampai tudingan lebih dari itu,” ujar wanita yang sering disapa Mbak Wiwik itu.

Menurutnya, ia mengaku prihatin, karena semua pihak yang memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kepada rakyat saat ini, sepertinya semua diam. Seharusnya Menkumham bisa menjelaskan berapa banyak turis Cina yang masuk ke Indonesia, berapa banyak yang bekerja di Indonesia.

“Menakertrans juga seharusnya bisa menjelaskan berapa banyak tenaga kerja legal dan ilegal dari Cina. Begitu juga Menlu harus bisa menjelaskan bagaimana hubungan Cina dan Indonesia,” ujarnya sambil menjelaskan, di Singapura, orang mau masuk ke negeri itu sangat ketat, ini yang ke Indonesia seperti tanpa filter.
Note : 
Ini adalah contoh judul dan isi berita bagaimana membuat berita boombastis dan viral dimedia sosial. Berita hoax, framing, kutip sana sini tidak lengkap, yang penting menaikkan trafik pengunjung website. penulis tidak bertanggung jawab terhadap kesalahan pemahaman pembaca. Diambil dan diedit dari berbagai sumber.

Membangun Peradaban Membangun Kasih Sayang

Membangun Peradaban Membangun Kasih Sayang

Pada level mikro, membangun hubungan kasih sayang antar sesama merupakan kebutuhan dan hak setiap individu. Kasih sayang merupakan kebutuhan non material dari setiap orang, dan karenanya ia harus melakukan hal yang sama yang menjadi hak bagi orang lain untuk mendapatkan perlakuan kasih saying. Hubungan yang dilandasi kasih sayang antar sesama akan menghasilkan hubungan yang harmonis (emergence properties) sebagai fondasi dari bangun peradaban yang ideal.

Orientasi bagi perbaikan peradaban ini sebagai upaya untuk melawan serangan perusakan terhadap peradaban dan mengkritisi sikap pesimis pemikiran filsuf Jerman Peter Sloterdijk yang menyatakan humanisme gagal membawa perbaikan pada peradaban manusia. Sebagaimana ketidak-setujuan komunitas filsuf dari mazhab Frankfurt dimotori Jurgen Habermas membantah kegagalan humanisme.

Pandangan Filosofi

Tuhan memberikan anugrah kemampuan pada manusia berupa rasio (akal) dan rasa (kalbu), yaitu kasih sayang dalam hati (kalbu) manusia. Keduanya harus dipakai secara berimbang, dan sama pentingnya. Kemampuan akal menghasilkan hukum-hukum sebab-akibat (ilmu nomotetikal), dan kemampuan rasa menghasilkan ilmu normatif (etika atau moral).

Manusia memiliki sifat dasar yaitu ingin tahu, dan untuk memenuhinya tidak terlepas dari proses berpikir, yang menggunakan akal pikirannya untuk mencapai suatu kebenaran.

Secara analitik kemampuan berpikir manusia untuk mengetahui didasarkan pada:
  • kemampuan kognitif, yaitu kemampuan untuk mengetahui dan mengingat apa yang diketahuinya itu. Landasan kognitif adalah rasio yang sifat dan kemampuannya netral.
  • kemampuan efektif, yaitu kemampuan untuk merasakan tentang apa yang diketahuinya. Landasan afektif adalah rasa yang sifat dan kemampuannya tidak netral (memihak). Rasa ini yang merupakan sumber kreativitas manusia dan menjadikanya bermoral. 
  • kemampuan konatif/psikomotorik, yaitu kemampuan/daya dorong manusia untuk bergerak mendekati atau menjauhi segala apa yang ditekankan oleh rasa. Rasalah yang memutuskan apakah sesuatu itu dicintai atau dibenci, dinyatakan indah atau buruk.

Kesadaran manusia merupakan dasar bagi berfungsinya rasio dan rasa (Descrates). Berpikir hanya dapat dilakukan dalam keadaan sadar, sehingga kesadaran merupakan dasar yang lebih dalam. Hanya dengan kesadaran ketiga kemampuan tersebut dapat berfungsi.

Menurut Peter Sloterdijk, profesor filsafat dan aestetik dari Karlsruhe, filsafat sejauh ini pasif mengamati perilaku sainstek. Padahal, aktivitas sainstek telah menjarah domain konflik etika serius yang bahkan belum pernah tuntas dikerjakan filsafat. Sloterdijk menggugat gagasan humanisme yang ada kini dan konsep-konsep "mendidik manusia" yang dilahirkan karena dianggap tak mampu menjawab persoalan kemanusiaan di masa depan. Ia mengusulkan agar manusia segera menyusun aturan orientasi etika baru sebagai respons atas perkembangan teknologi rekayasa genetika. 
Aturan ini diarahkan sebagai pedoman teknologi eugenik (teknik pemilihan gen-gen sempurna) yang bakal menghasilkan populasi manusia yang lebih beradab. Bila selama ini otoritas pembentukan manusia dipegang oleh kultur, sejalan dengan aturan-aturan seleksi dan kombinasi manusia melalui interaksi antarkelas, kasta, perkawinan, dan sebagainya, kini kita harus menerima kenyataan bahwa kemajuan bioteknologi telah membuka peluang lahirnya model aturan dan kombinasi yang baru. Strategi ini dianggap jauh lebih baik dan bertanggung jawab karena manusia bisa aktif mengendalikan masa depan dan memastikan peradaban berkembang ke arah yang lebih baik.

Tesis Sloterdijk mempunyai makna yang amat penting untuk dikaji lagi terutama dalam upaya memaknai berbagai konflik kemanusiaan. Pesan penting dari Sloterdijk; apakah benar manusia mampu mengendalikan peradaban agar berkembang ke arah yang lebih baik? Era modernitas, yang merupakan keniscayaan bagi humanisme, ternyata malah menandai kembalinya peradaban barbar, di mana angka perilaku kekerasan dan kekejaman manusia terus bertambah. Modernitas juga tidak berbanding lurus dengan peningkatan atau keberlanjutan kualitas kemanusiaan peradaban manusia. Kemiskinan tetap menjadi fenomena universal, ditambah meningkatnya suhu ketegangan sosial, konflik, dan menjamurnya kecurigaan di tingkat lokal, regional, sampai internasional.

Seperti halnya agama, humanisme memiliki kekuatan karena bersifat utopis, yakin bahwa situasi ideal dapat dicapai berkat sifat-sifat baik manusia. Karenanya, filsafat humanisme mengkritik Freud yang dianggap mengabaikan potensi-potensi positif dari manusia, seperti kebaikan, kasih sayang, berbagi, dan kedermawanan. Humanisme lupa bahwa manusia punya sisi lain yakni potensi negatif yang acapkali lebih dominan daripada potensi positifnya, sehingga terjadi pelanggaran-pelanggaran prinsip-prinsipnya secara terbuka.

Dalam Manifesto I-nya di tahun 1933, semangat gerakan humanisme adalah "satu dunia" (One World) di mana, "semua manusia bersaudara" (Alle Menschen werden Brüder). Humanisme ditujukan untuk mencapai tatanan masyarakat bebas dan universal, di mana manusia berpartisipasi secara cerdas dan sukarela untuk mencapai kebaikan bersama. Ketika kemudian "universal" menjadi istilah yang kabur mengingat komposisi geopolitik dunia kala itu amat tegang, empat puluh tahun kemudian Manifesto Humanisme II memperjelas arti "universal" sebagai penolakan kategorisasi manusia berdasar kebangsaannya.

Sayang, tatanan dunia justru terbangun oleh kategorisasi-kategorisasi yang saling bersaing secara tidak imbang, seperti ekonomi-politik, kebangsaan, fundamentalisme, atau agama, lalu berimbas pada mekanisme distribusi akses kebutuhan manusia. Mengingat humanisme lahir dari kalangan elite intelektual, kelas menengah, mapan, dan liberal, ada masalah saat mendefinisikan universalitas cara pandang dalam memahami manusia dan nilai-nilai hidupnya. Sebagian berpendapat globalisme dan kosmopolitanisme adalah baik dan tepat, sebagian lagi menganggap ide-ide global justru menjadi penghalang mencapai makna hidup yang tertinggi.

Bukannya mencoba menyelesaikan masalah ini, langsung ke akar, humanisme malah sering membiarkan diri terjebak dalam situasi dilematis seperti digambarkan Paul Tillich dalam karya Love, Power, and Justice; haruskah cinta yang kita rasakan pada seseorang yang telah melakukan tindak kejahatan membebaskan kita dari kewajiban menegakkan keadilan? Tokoh humanis progresif AS, Carleton Coon, awalnya menentang aksi militer AS ke Irak, namun saat keputusan perang dijatuhkan, ia tak punya pilihan lain selain mendukung pemerintahnya dan tentara yang berjuang atas nama negerinya. Menurut dia, yang perlu dikerjakan adalah memastikan pembangunan kembali Irak dalam kerangka kemanusiaan (persis seperti bunyi pamflet kampanye perang AS). Jepang juga memanfaatkan "dukungan kemanusiaan" sebagai ujud dukungannya terhadap perilaku AS karena konstitusi Jepang melarangnya terlibat secara militer dalam pertikaian negara lain.

Kedua ilustrasi ini menggambarkan, humanisme kedodoran dalam mempertahankan visi gerakannya sehingga mudah di-abuse oleh kepentingan minoritas-dominan seperti nasionalisme atau ekonomi-politik. Selain itu, sama seperti filsafat, humanisme juga keteteran menghadapi sainstek. Ia lupa bahwa bagi manusia, teknologi adalah representasi kesuksesan. Wajar bila teknologi turut berpartisipasi dalam merajut konflik antarbudaya dan kepentingan ekonomi. Sejarah membuktikan, manusia kini tak lagi menunggu saja sesuatu terjadi, ia akan dan mampu membuatnya terjadi. Inilah yang digambarkan Martin Heidegger sebagai karakteristik relasi antara teknologi produksi dan kepentingan ekonomi satu sisi, dan antara etnoteknologi dan perang, di sisi lain. Perang dipandang penting oleh kalangan bisnis dan pimpinan politik-militer sebagai ajang menjual diri dan meraup keuntungan di tengah persaingan dengan para kompetitor dan musuhnya, tak peduli ketika karakter psikologis dunia lantas didominasi asumsi-asumsi paranoid yang bakal terus termanifestasi dalam aneka bentuk kekerasan.

Buat mereka, ini bukan masalah karena justru berarti keuntungan. Tetapi, bagaimana dengan manusia lainnya yang cuma bisa jadi penonton? Apakah kita harus membesarkan anak dalam atmosfer kebencian dan kekerasan lengkap dengan senjatanya dan membiarkan humanisme (baca: PBB) jadi dekor saja dalam adegan peperangan yang kita saksikan live dari televisi. Inilah kegelisahan yang dirasakan Sloterdijk saat sadar bahwa manusia bakal sulit lepas dari jerat konspirasi teknologi-bisnis-kekuasaan.

Dari sini gerakan humanisme dunia masa kini dan mendatang jadi makin penting. Logika humanismenya harus dibenahi dan tidak membiarkan pelanggaran atas prinsipnya diklaim sebagai suatu keharusan ekonomi-politik. Betapapun pesimisnya, langkah ke sana tetap harus dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan diri bahwa manusia mampu menyiapkan masa depan terbaik buat generasi penerus. Bila tidak, mungkin tesis Sloterdijk menjadi satu-satunya alternatif yang masuk akal.

12/21/16

Arti Sebuah Kemenangan Bagi Sang Juara

Arti Sebuah Kemenangan Bagi Sang Juara

Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba balap mobil mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adlaah babak final. Hanya tersisa 4 orang dan mereka memamerkan setiap mobil yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark dengan mobilnya yang tak istimewa, namun ia termasuk4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaran mobil balap mainan. Setia anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai.

Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang tertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”

Dor! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur denga cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo.. ayoo.. cepat-cepat, maju! Maju!”, begitu teriak mereka. Ahha… sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan Mark lah pemenangnya. Ya, semua senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamitlah lagi dalam hati, “Terima kasih.”

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai Jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?” Mark terdiam. “Bukan, Pak. Bukan itu yang aku panjatkan,” kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, “sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “aku hanya bermohon pada tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tengan yang memenuhi ruangan.

Renungan:

Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.

Mark tidaklah bermohon pada tuhan untuk memang dalam setiap ujian. Mark tak memohon pada Tuhan untuk memang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yan glain. Namun, Mark bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekuarangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kit alakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan ita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang kita mau lalui saya yakin, Tuhan memberi kita ujian yang berat bukan untuk membuat kita cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya tuhan sedang menguji hambanya yang shaleh.

Pelajaran Moral Dari Kisah Sepatu Si Bapak Tua

Pelajaran Moral Dari Kisah Sepatu Si Bapak Tua

Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota. Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi. Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, ''Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?'' Bapak tua itu menjawab dengan tenang, ''Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.''

Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.

Sikap mempertahankan sesuatu -- termasuk mempertahankan apa yang sudah tak bermanfaat lagi -- adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan.

Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda.

Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya.

Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya. Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya.

Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur. Kenapa? Karena Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi ''perpanjangan tangan'' Tuhan.

Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan ''titipan'' Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan.

Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak.

Tapi, bukankah dalam proses memberi dan menerima ada pihak yang akan bertambah sementara pihak yang lain menjadi berkurang? Kalau Anda berpendapat demikian berarti Anda sudah teracuni konsep Zero Sum Game yang mengatakan kalau ada yang bertambah pasti ada yang berkurang, kalau ada yang untung pasti ada yang rugi, kalau ada yang menang pasti ada yang kalah. Padahal esensi hidup yang sebenarnya adalah menang-menang. Kalau kita memberi kepada orang lain, milik kita sendiri pun akan bertambah.

Bagaimana menjelaskan fenomena ini? Ambilah contoh kasus bapak tua tadi. Kalau ia tetap menahan sepatunya maka tak ada pihak yang dapat memanfaatkan sepatu tersebut. Kondisi ini adalah kalah-kalah (loose-loose). Sebaliknya dengan melemparkannya, sepatu ini akan bermanfaat bagi orang lain. Lalu apakah si bapak tua benar-benar kehilangan?

Tidak. Ia memperoleh kenikmatan batin karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Betul, secara fisik ia kehilangan tetapi ia mendapatkan gantinya secara spiritual.

Perasaan inilah yang selalu akan Anda dapatkan ketika Anda membantu orang lain: menolong teman yang kesulitan, memberikan uang pada pengemis di jalan, dan sebagainya. Kita kehilangan secara fisik tapi kita mendapatkan ganti yang jauh lebih besar secara spiritual.

***************************************************
Tahukah Anda !

Perahu bukanlah temuan kita pertama untuk mengarungi perairan. Nun di zaman prasejarah, orang menyeberangi sungai dengan menunggangi batang kayu yang didayung dengan tangan. Sangat sederhana. Baru kemudian terpikir untuk membangun rakit dengan mengikat jajaran batang kayu.

Di Mesir Kuno rakit malah dibuat dari alang-alang. Tahun 4.000 SM, mereka telah membuat perahu sempit yang panjang lengkap dengan dayung untuk menyusuri Sungai Nil. Penemuan utama mereka lahir seribu tahun kemudian berupa layar segi empat. Mereka pula menemukan teknik membuat kapal papan. Berbeda dengan kapal papan sekarang, kapal papan Mesir sama sekali tidak menggunakan rangka. Papan yang satu hanya disambung dengan yang lain. Teknik ini dikembangkan untuk membuat kapal besar.

Kisah motivasi tentang Si Jujur dan Si Berani

Kisah motivasi tentang Si Jujur dan Si Berani

Seorang raja yang memasuki usia senja ingin mencari penggantinya. Berbeda dengan kebiasaan, ia tak menunjuk anak-anak maupun pembantu terdekatnya. Ia justru memanggil para pemuda di negeri itu dan berpidato di hadapan mereka. "Aku akan mengadakan sayembara. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji ini, rawatlah, dan kembalilah setahun lagi dengan tanaman kalian masing-masing. Bagi yang memiliki tanaman terbaik akan langsung kutunjuk menjadi raja menggantikanku!"

Seorang pemuda bernama Badu terlihat amat antusias. Ia menanam biji itu, dan menyiraminya tiap hari. Tapi sampai sebulan berlalu belum tumbuh apa-apa. Setelah 6 bulan, para pemuda mulai membicarakan tanaman mereka yang tumbuh tinggi, namun pot Badu masih kosong. Badu tak mengatakan apapun pada teman-temannya. Ia tetap menunggu bijinya tumbuh.

Setahun berlalu. Semua pemuda membawa tanamannya kepada raja. Semula Badu enggan, namun ibunya mendorongnya pergi dan berbicara apa adanya. Raja menyambut para pemuda seraya memuji tanaman yang mereka bawa. "Kerja kalian luar biasa. Tanaman kalian bukan main indahnya. Aku akan menunjuk seorang dari kalian menjadi raja yang baru!"

Tiba-tiba raja yang melihat Badu berdiri di belakang memanggilnya. Badu panik, "Jangan-jangan aku akan dibunuh," pikirnya.

Suasana kontan ricuh dengan ejekan dan cemoohan hadirin menyaksikan potnya yang kosong. "Diam semuanya!" teriak raja. Ia menoleh pada Badu, kemudian mengumumkan, "Inilah raja kalian yang baru!" Semua terkejut.
 
Bagaimana mungkin orang yang gagal yang menjadi raja? Raja melanjutkan, "Setahun yang lalu, aku memberi kalian sebuah biji untuk ditanam. Tapi yang kuberikan adalah biji yang sudah dimasak dan tak dapat tumbuh. Kalian semua telah menggantinya dengan biji yang lain. Hanya Badu yang memiliki KEJUJURAN dan KEBERANIAN untuk membawa pot dengan biji yang kuberikan. Karena itu dialah yang kuangkat menggantikanku!

Ada 2 kata penting yang dapat diambil dari cerita di atas. Pertama, kejujuran. Inilah dasar perilaku seseorang. Di jaman Nabi, ada seorang yang bertobat dan ingin menata dirinya.

Tips nabi sederhana saja: "Jangan Bohong!" Orang ini senang karena Nabi tak melarang hal-hal yang lain. "Kalau cuma jangan bohong sih mudah," pikirnya. Maka ia pun melakukan apa yang biasa dilakukannya.

Ia mau mencuri, tapi berpikir, "Bagaimana kalau tetanggaku menanyakan asal-usul hartaku ini?" Iapun membatalkan niatnya. Ia ingin berselingkuh, tapi berpikir, "Bagaimana kalau nanti keluargaku menanyakan kemana aku pergi?" Lagi-lagi ia mengurungkan niatnya. Begitulah seterusnya. Setiap ingin melakukan maksiat ia kontan membatalkannya.

Jadi kejujuran akan membawa perubahan mendasar pada diri seseorang. Tapi tanpa keberanian, kejujuran takkan membawa perubahan bagi orang banyak. Kejujuran hanya menghasilkan pengikut (follower) bukan pemimpin. Untuk bisa merubah masyarakat dibutuhkan keberanian.

Masalahnya, dari manakah datangnya keberanian? Keberanian datang kalau kita mampu menaklukkan rasa takut. Rasa takut inilah sumber segala macam kejahatan di dunia ini. Contohnya, perasaan marah. Sebenarnya, hanya jika Anda merasa takutlah Anda akan marah. Coba renungkan kapan terakhir kali Anda marah. Teruskan renungan Anda. Telusurilah rasa takut yang tersembunyi di balik kemarahan Anda. Apa yang Anda takutkan hilang dan direnggut dari diri Anda? Ketakutan itulah yang membuat Anda marah. Rasa takut yang ada menunjukkan bahwa kita belum mandiri. Kebahagiaan dan rasa aman kita masih bersumber pada sesuatu di luar diri kita!

***************************************************
Kata Bijak Hari Ini

Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar.  Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards)